Ini adalah kisah perjalanan seorang Tina Suhartini, perjalanan pulang setiap harinya. Di sore hari. Dengan elp Cikajang.
Make up, sebuah dandanan atau perias wajah dengan warna-warna sepuhan kosmetik berbagai merk, dengan label POM ataupu tanpa lebel ‘sehat’ ini. Make up kadang menjadi alergi tersendiri buat seorang perempuan. Bahkan beberapa perempuan lebih cantik apa adanya tanpa sepuhan ini. Tapi apa daya make up telah menjadi identik dengan perempuan dan seolah harus perempuan yang menggunakannya. dan make up sekarang menjadi ciri yang begitu khas dan keharusan bagi ‘perempuan’ ini. Dan kadang make up ini menimbulkan kebingungan yang luar biasa! Apalagi dengan pola busana tanktop atau u can see plus hot pants!!! Wuhuuu
Hahaha ini kisah perjalanan saya dengan elp
Oke, perjalanan dimulai pukul 5 sore saat saya memutuskan untuk naik elp Cikajang, yeah kota di ujung Garut. Tapi saya numpang sampai Rancaekek saja. Perjalanan yang teramat singkat menurut kenek karena ongkosnya Cuma 3000. Kemecetan Cibiru selalu menyergap elp dan kendaraan lainnya. Perjalanan begitu lambat, keteuyeup, begitu bahasa sundanya.
Sopir dan kenek yang umumnya hidup di jalanan begitu teliti terhadap manusia-manusia dipinggir jalan, berharap salah satu manusia itu naik menggunakan jasa mereka untuk menuju cikajang, yah walaupun manusia-manusia itu seringnya setipe dengan saya, hanya sampai rancaekek atau cicalengka.
Dalam keadaan yang padat merayap, hadirlah sesosok manusia dengan pakaian seksi. Yeah so hot with blink tanktop and black hot pants, use highheels too. Dengan sepuhan make up yang pas, tidak menor, tapi terlihat ia berlipstick terang. dia begitu seksi dan cantik. Yah cantik. Saya sebagai perempuan pun mengakui dia cantik, tapi... hmm.
Cuaca yang berangin tak membuat manusia ini berfikir untuk memakai pakaian yang lebih tertutup. Dan keadaan manusia ini membuat bingung kenek dan sopir, mungkin semua orang yang melihat dia akan bingung. See.. percakapan anggota elp (sopir, kenek, penumpang):
kenek: wuuuhuuuu.......( teriak genitt) bade ka garut?? (masihh gennitt)
manusia: geleng-geleng
elp melaju kembali dengan kecepatan sedang
sopir: gus..( sebut nama kenek) eta lalaki atawa awewe?? (itu laki-laki atu perempuan)
kenek: hmmm...(berfikir) teuing atuhh.. awewe mereun.( ga tau.. perempuan mungkin)
bapak-bapak dibelakang: eta mah awewe (itu adalah perempuan)
ibu-ibu disamping saya: maenya istri meni seksi kitu? Isineun atuh(masa perempuan seksi sekali kaya gitu?malu donxx)
semuanya terdiam dalam pemikirannya tentang gender sosok tersebut. Saya sendiri mengira dia perempuan tulen bisa disimpulkan dengan dada yang begitu membuat minder. Tapi keberanian menggunakan pakaian tidak pada tempat dan cuacanya itu membuat bingung juga apalagi sosoknya semampai tinggi. Tapi tak ada juga otot yang terlihat muncul di lengannya. Hmmmm... tapi make up nya begitu pas tidak menor. Apakah dia perempuan?
Yeah setidaknya saya jadi berfikir, janganlah kamu wahai perempuan berbaju terlalu seksi dan bermake up lebbaayyy, karena manusia lainya hanya akan meragukan keperempuanan-mu!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar