Bayangan Tuan.
-inspiring by kasus di Infotaiment-
Juni masih dengan daun gugur,
Mengajak malaikat mereguk nikmat khamar
Membuainya, menyapa Tuan di sudut Kamar.
Sadari murka Tuhan, Ia terpekur.
Angin mengajak debu jalanan menari,
Sebuah bayangan menatap dengan iri
Dirinya bertali, tuannya dan matahari
ia berputar bersama matahari, tuannya berdiam diri
“Tuan yang berambut panjang, poni mu tlah angin ajak menari, matahari dan akupun akan tinggalkanmu hari ini, sudikah kau berdiri sekarang? Ajak aku menari lagi, esok, di hari yang cerah,,,”
Tuan masih berdiam, meramal masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar